Belajar Suatu Masalah dari Sebuah Kisah
Mayoritas pengunjung blog ini yang masih muda mengharuskan saya sedikit berbagi sebuah kisah yang sedikit membuat saya terharu
. Dulu saya sebagai seorang anak sekolahan juga pernah merasakan jadi seorang anak yang ada dalam cerita berikut ini
.
Lingkungan sekolah yang mayoritas anak-anak orang kaya dan anak-anak orang ternama di kota madiun membuat diri ini sedikit malu sama keadaan diri sendiri. Bersyukur sih iya, tapi sering kali kalo berdoa saya udah kayak marahin Tuhan. Gimana nih marah-marahnya cah ? Intinya doa saya adalah menyalahkan Tuhan yang tidak menjadikan saya anak orang kaya, dan tidak seperti layaknya bocah-bocah sekolah normal yang apa-apa tersedia, sekolah senang, hidup pun tenang. Pikiran saya itu bertahan sampe saya sma kelas 2
. Tersiksa banget ternyata punya pikiran seperti itu dan sama sekali ga ada untungnya nyalahin Tuhan itu. Akhirnya doa saya berubah 180 derajat, kalo dulu suka nyalahin Tuhan sekarang jadi minta diberi petunjuk jalan yang benar. Eh ga tahunya nyantol ke blogger ini
. Alhamdulillah banget deh pokoknya. Nah ini dia cerita yang mau saya bagi yang saya baca dari situs pembelajaran. Cerita ini sih dalam situs tersebut disebutkan sumbernya adalah Andrie Wongso
. Simak aja deh Kisah Motivasi dan Kisah Inspirasi berikut ini :
Anak Seorang Tukang Batu
Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.
Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.
Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu,” keluhnya dalam hati.
Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.
Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, “Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini.”
Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, “Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu.”
Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, “Maafkan putri, Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah.” Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.
Pembaca yang budiman,
Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.
Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.
Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.
Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian!
Salam Sukses Luar Biasa!!!!
Andrie WongsoDi pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku !!!”
Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat, ya …dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai menangkap binatang. “Aduh…. Tolong….Tolong!” ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, “Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu.” Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon. “Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang.”
Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, “Terima kasih, sobat!” Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku.”
Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?” Anak yang di pukul itu menjawab sabar, “Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.”
”Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat.”
Pembaca yang budiman,
”Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.
Memang benar…. bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia.
Sebaliknya… tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang selamanya.”
Salam sukses luar biasa!!
Andrie Wongso
www.andriewongso.com
Selamat Membaca aja yah
Maaf kalo cuman artikel Copas doang
masih repot nih.
Related posts:
- Mari Belajar dari sebuah cerita kehidupan
- Kisah Motivasi dari Seorang Argo si Bocah Cilik
- Belajar dari seorang Pianis Cilik
- Kisah Inspirasi Dari Seorang Pendayung
- Belajar dari sales sepatu
Comments
40 Responses to “Belajar Suatu Masalah dari Sebuah Kisah”
Leave a Reply









Pembukaannya alias cerita diri kamu sendiri kok hampir mirip dengan filmnya Aming Doa Yang Mengancam? :lol:
Setiap masalah selalu memiliki jalan keluar, tinggal bagaimana kita menemukan jalan keluar tersebut…
Inspiratif banget tuh cerita, bagaimana dan apapun profesinya jika bisa mengerjakan dengan jujur, disiplin dan tulus ikhlas, mudah-mudahan akan membawa kebaikan bagi semua orang…
Meski copas, layak koq dijadikan motivasi
Merinding pas baca.. Hehe
Posting Terakhirnya adalah……..Iklan Gratis Udah Laku
gak papa mas bayu, yang penting berguna bagi sesama blogger (dan sesama pembaca, hehehe)….
wah sibuk=banyak proyek! nti cerita ya mas apa aja kesibukannya (pasti sibuk mencairkan cek) ….hahahaha
bagus tuk cerita nya……..motivasinya , apapun profesinya bila dikerjakan dengan jujur,ikhlas dan profesional tentu akan menjadi kebaggan kita atas apa yang telah kita perbuat dan kerjakan bermanfaat dan berguna bagi orang lain
Posting Terakhirnya adalah……..Manisnya Laba dari Raja Tebu
Terkadang, karena pemahaman kita yang belum seutuhnya, seringkali Tuhan kita posisikan sebagai Tergugat dan sebagai Yang Bertanggung jawab atas hidup dan kondisi yang kita alami. Tanpa sadar, bahwa di balik itu semua, tersembunyi rahasia Allah, yang akan muncul bila telah sampai waktunya.
Cerita motivasi di atas, sarat dengan pembelajaran dan hikmah. Trima kasih mas Bayu.
terima kasih.. sangat bermanfaat bro..
Posting Terakhirnya adalah……..Lowongan CPNS Departemen PU
pede aja cah..
sama mas, saya juga dulu pernah berpikiran begitu, tapi sekarang harus bisa mewujudkan cita2 jadi blogger mandiri
Posting Terakhirnya adalah……..Develop Domain PR 3 untuk Paid Review Bukan Hal Mudah
Andrie Wongso memang Motivator yang HEBAT !!! Ga salah kalo di setiap bukunya selalu tercantum kata2 klo ga salah seperti ini Andrie Wongso #1 Motivator
Posting Terakhirnya adalah……..Terlalu Banyak Informasi Bikin Bingung
layak dijadikan motivasi
Oh…. yang diposting mas Bayu hari ini sangat cocok dengan apa yang saya perlukan… Aku sangat terharu membaca semua itu……. Arie Wongso dan Adi W. Gunawan emang sudah menjadi salah satu panutan saya sejak saya umur 14 tahun… saya bahagia bisa membaca salah satu cerita mereka lagi di sini……
Harus bersyukurlah pda yang kuasa..
Cinta kita di dunia dan akherat..
wew bguz bnged crtanya…terharu..
Posting Terakhirnya adalah……..chating dgn tUhan..
jumpa lagi mas bayu
met lebaran ya
nice article to read
apa yang terjadi bagi kita, merupakan keputusan terbaik yang diambil oleh yang Maha Kuasa. Ada makna dan tujuan tertentu dari setiap peristiwa dan keadaan yang melingkupi hidup, yang terkdang sulit bagi kita untuk menerimanya…
Wah… baru tahu, ternyata blognya Mas bayu lebih ngetop dari portalnya adriewongso
Posting Terakhirnya adalah……..Saat Resesi Ekonomi Global, Forex Lebih Unggul dari Saham
walah dowo banget hehe…
Memang hidup ini susah trus kenapa harus dibuat susah…?? *bijak mode on*
[...] di mana saya bisa bergerak bebas lagi. Tempat di mana saya telah bertemu dan Mbah Mul, Mas Eko, Mas Bayu dan Mas Iwan dan mas Dian Susanto nantinya. Mungkin setelah ini saya akan bekerja membantu ayahku [...]
Wah, bagus banget tulisan-a . . .
Jadi sambil merenungi nih bacanya
Posting Terakhirnya adalah……..Diantara Kalian – Google dan Alexa
Sangat menginspirasi ceritanya. Semoga bisa menjadi bahan instrospeksi diri untuk kita semua
Andai toekang batu itu nyaleg thn depan, PASTI aku akan memilihnya

Biar kasus hutan lindung rumahku tak perlu terjadi
Posting Terakhirnya adalah……..Jenis Kelamin Blog?
Kebetulan sekolah kita adalah sama Bay…
Waktu kelas 1 aku juga punya pikiran yang serupa…tapi hidupku berubah banyak setelah mengerti arti dari kata-kata:
“Kita adalah apa yang kita pikirkan”
Intinya…bersyukur saja…masih banyak yang dibawah kita… ^_*
Posting Terakhirnya adalah……..Pion dalam caturmu…
yang penting bisa jadi motivator bagi pembaca lainya
Posting Terakhirnya adalah……..Mempercantik SSH Server dengan Logo Buatan Sendiri
hihihik sedih cah
Posting Terakhirnya adalah……..Photoblog Sunrise di Barelang Batam
@sapimoto
wah saya belom liat film itu
@krishna
ada proyek garapan hehehehe
enggak kok
@arif
hehehehe apalagi buat anak2 sekarang yang kadang malu terhadap pekerjan orang tua mereka
@nuhutaqi
Betul bgt mas
@adeska
sama2 mas
@kuli sby
betul mas
Repot juga lu bay sampe ngomelin Tuhan….tapi bersyukur deh nemuin artikele andrie wongso ….semangat
Posting Terakhirnya adalah……..Blogger Senior Itu Tidak Sombong
duh..gak nongol lagi komenku…hmmm
Posting Terakhirnya adalah……..Blogger Senior Itu Tidak Sombong
Wah, wah
Masa si bayu ngebalas comment dari yg lainnya doank
Comment saya malah ga di tanggapi he he he he.
Apa karena saya baru disini
Posting Terakhirnya adalah……..Akses Internet Gratis Untuk SMA di Jakarta
@baca cerita
bukan bermaksud seperti itu
. Bingung mau balas komentar anda nih
. Maaf yah
maaf mas
@umbul narmadi
hehehehe nongol kok bos
[...] malah bisa sampai berjam-jam. Pesertanya pun berganti-ganti kecuali pemain utama seperti mas iwan, bocah, dan mas eko yang notabene masih Perjaka alias belum punya anak istri. Setiap ada tamu blogger luar [...]
Kalau Pak SBY bilang “Semua Masalah Ada Solusinya”
Posting Terakhirnya adalah……..Apa arti dari sebuah kata “KOPDAR”
nice post
“DIMANAPUN ORANG TUA DIK BAYU BERADA ,PASTINYA MEREKA SANGAT BANGGA DENGAN KONDISI DIK BAYU SAAT INI ,GITU AJA”
Sangat inspiratif…….
waaaahhh,,, keren-keren ceritanya. mengmotivasi bangetzzz buat pembaca.
kisah-kisah yang menarik dan patut untuk dijadikan pembelajaran bagi kita semua
adeesign´s Update Blog Terakhirnya adalah….Logo Vector Partai Politik
Keterbatasan membuat kita bersemangat berjuang untuk berhasil, setelah berhasil ….. hati-hati mas, banyak cobaan.
Jangan marah mas, saya hanya ingin bercanda saja.
Puspita W´s Update Blog Terakhirnya adalah….HARGA CINTA SEORANG IBU
bagus juga buat memotivasi semangat