Gaji Pejabat di Indonesia Masih Kecil
Penulis : Bayumukti.com
” Gaji Pejabat di Indonesia itu masih kecil, bahkan gajinya dengan rektor UI, atau manajer sebuah perusahaan saja kalah.” Itulah yang diungkapkan Bapak Jusuf Kalla selaku wakil presiden Indonesia saat menghadiri Seminar “Mencari Identitas Politik Luar Negeri Indonesia”. Dalam seminar itu Mahasiswa Universitas Indonesia Fisip menanyakan “mengapa gaji para pejabat di Indonesia tidak dipotong ?”. Lalu jawaban Wakil presiden kita Jusuf Kalla ya yang seperti diatas itu bahwa gaji pejabat di Indonesia itu dikit. Beliau mengaku bahwa sebagai wakil presiden beliau digaji 42 juta Rupiah. ” Jikalau Masyarakat sering melihat para pejabat suka ke luar negeri, hal itu merupakan sebuah tugas negara, bukan untuk senang-senang ( Nyambi kali pak
).” Ungkap Bapak Jusuf Kalla.
Kalau menurut saya sendiri uang 42 juta itu udah banyak kali yah![]()
. Kalo para pejabat duit segitu masih bilang dikit
maka tidak heran kalau pejabat-pejabat sekarang banyak korupsi duit negara. La gimana ga korupsi ? duit 42 juta aja dibilang dikit kok ![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
.
Berita Ini saya baca dari Detik.com






March 11th, 2008 at 5:03 am
gaji 42 juta, listrik gratis, telepon gratis, bensin gratis, masih tetep korupsi? CPD…
March 11th, 2008 at 5:42 am
Gaji kecil…..ceperannya/komisinya GEDE
Tombokannya GEDE banget
Sekali tanda tangan = Rp 10 juta…mau?
March 11th, 2008 at 5:50 am
Masalah moral aja kali bro…. *pura-pura pinter mode on*
March 11th, 2008 at 7:30 am
gimana nggak dibilang kecil gajinya orang ceperannya aja jauh lebih gede…
March 11th, 2008 at 4:19 pm
wah, meski masih bocah ternyata si bocah ini juga mengamati perekonomian. Cepet lulus ntar jadi menteri perekonomian ya.
March 11th, 2008 at 5:03 pm
nah trus ceperan, tandatangan, menghadiri undangan, pengaruh jabatan dalam usaha, jadinya berapa rupiah tuh..?
March 11th, 2008 at 9:14 pm
Gajinya kecil, Korupsi-nya yang GeDe… Hehehe2x ^.^
May 31st, 2008 at 8:24 pm
sebgai pejabat alias pemipimpin jangan hanya nengok diri sendiri aja, lihat rakyat banyak yang kelaparan