Indonesia di Mata Jepang
Teman saya Chlement yang dulu pernah saya posting mengenai keberangkatannya ke negara sakura atau sering disebut jepang ini di postingan ” Semoga Sukses Teman “. Chlement ini berangkat ke jepang mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar dan juga liburan ke jepang gratis selama 2 minggu. Ia menceritakan berbagai pengalaman indahnya. Wah asyik yah seandainya saya yang main-main ke jepang ![]()
pasti heboh deh. Sebenarnya kepulangannya sudah kurang lebih 1 mingguan ini. Setelah sampai ke kota madiun kota tercintaku ini si chlement langsung saja mengadakan syukuran atau makan-makan di rumahnya ![]()
. Oh ya ternyata setelah saya search di google, nama chlement terkenal juga loh karena telah membanggakan kota madiun dan juga negara indonesia ini. Coba lihat saja web-web berikut yang meliput kepulangan dan keberangkatan teman-teman di sekolahku ke luar negeri :
- http://www.jatim.go.id/news.php?id=15617
- http://jawapos.com/index.php?act=detail_radar&id=183478&c=76
- http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=164786&c=76
Mereka ini yang berangkat ke jepang dan amerika bukan dengan mudah lo meraihnya. Mereka harus mengikuti penyaringan atau seleksi selama 1 tahun lamanya. Mereka harus meyakinkan para pemberi beasiswa ke luar negeri itu, dengan kemampuan akademik dan juga kepribadian mereka. Nah sebenarnya bagaimana sih cerita Chlement di jepang ? Yuk kita simak cerita singkat saya dengan Chlement yang baru saja pulang dari jepang.
Saat kami 1 kelas diundang makan di rumah chlement sebagai syukuran karena dia telah pulang ke madiun dengan selamat tanpa kurang satu apapun, Ia bercerita banyak tentang perjalanannya ke jepang. Ia terkagum-kagum saat di jepang. Mulai dari kereta api yang menempuh jarak 200 km/ jam tanpa masinis. Lalu bagaimana orang jepang memakai peralatan canggih, beli minuman kaleng atau softdrink hanya tinggal masukin uang langsung keluar dari mesin tersebut. Selain itu disana umur 1-19 tahun diberikan jam malam yaitu boleh keluar hanya sampai jam 9 malam. Ga kayak di Indonesia yang boleh keluyuran sampe pagi. Makanya bertebaran cewek bispak yang masih umurnya belasan tahun.
Selain itu siswa di jepang yang bisa dikatakan orangnya kaya, ( bukan kayak negara indonesia yang miskin gaya orang kaya ) mereka ke sekolah dengan naik sepeda. Oh ya hampir lupa, Jepang itu ternyata menganggap indonesia adalah sebuah negara yang sangat-sangat tradisional sekali. Karena teman saya Chlement saat pertama kali sampai di sekolah jepang teman-temannya orang jepang mengajarinya dan kasih tahu tentang alat tulis seperti bolpoin, pensil, dll. Karena orang jepang itu mengira bahwa indonesia itu seperti yang disiarkan di televisi mereka ( Televisi mereka selalu menyiarkan acara tentang kebudayaan suku pedalaman di indonesia seperti dayak, toraja, dan lain-lain yang masih sangat primitif ). Mereka bahkan tidak begitu mengenal indonesia dan juga ibukota indonesia yaitu jakarta. Saat orang jepang ditawari oleh chlement untuk berlibur ke indonesia mereka tidak mau. Mereka maunya berlibur ke Pulau Bali, Karena mereka mengira bali bukan indonesia, bali mereka anggap adalah sebuah negara sendiri dan terlepas dari indonesia ![]()
![]()
.
Apakah terkenalnya bali ini dikarenakan andil para pakar marketing di Bali ? Masalah Ping-pong para master balinya nanti saja, paket internet saya udah habis ![]()
.
Link Berhubungan :











January 8th, 2008 at 1:22 am
mau pertamax ahh, salam kenal
January 8th, 2008 at 4:49 am
duh sedihnya ya.. kita dianggap kampungan banget gitu? eh orang2 jepang tau gak ya orang indonesia udah banyak yang pada punya blog kayak kita2 ehhehe kan gak ketinggalan jaman tuh
January 8th, 2008 at 4:54 am
@jimmy
oh ya mas internet disana di batasi. Jadi mereka agak tertutup dengan dunia luar. mereka sangat amat menjaga kebudayaannya agar tidak terpengaruh budaya luar. bahasa inggris aja diajarkan cuman 2 jam dalam 1 minggu di sekolahan jepang. mereka ga begitu bisa bahasa inggris. pokoknya jepang ga mau nerima budaya asing
January 8th, 2008 at 10:08 am
bagus tuh kalo bhs Ing.cuman dipelajarin 2 jam seminggu dulu pas masih sekolah…paling ngak suka bhs ingrris…
oh ya, clement koq kyk nama org prancis yah..ato prancis + madiun
January 8th, 2008 at 7:33 pm
Wah enak ya di jepang, tapi klo Internet dibatasi, kenapa orang Jepang bisa maju seperti sekarang ini ya ? Kenapa Indonesia ga bisa maju seperti Jepang ? Ahhhh…. Bingung….
January 8th, 2008 at 9:26 pm
@ardian
indonesia internet gak dibatasi makanya anak muda indonesia bukannya buka internet buat belajar tapi malah cari bokep… heheheee (bocah termasuk gak yach?????)
January 8th, 2008 at 11:03 pm
ketemu ma miyabi ga cah?:D
January 9th, 2008 at 12:33 am
@ardian and ruzdee
begini mas, orang jepang sana memang internet dibatasi tapi situs asli jepang sana bagus-bagus dan isinya pengetahuan yang bermanfaat lah klo indonesia isinya lendir semua
maaf bagi yang lagi bisnis lendir bukan bermaksud menyindir loh asli deh. ini cuman pengetahuan dan berbagi ilmu dari yang sudah ke negara maju. Kalo teman saya yg baru pulang ke amerika nanti aku wawancarai deh. tunggu aja beritanya disini 
January 9th, 2008 at 4:19 am
disiplin dan arogansi ilmu pengetahuan jepang yang aku salut, tapi membaca imej indonesia yang masih tadisional kasihan juga ya. Kita sulit diajak maju, wong sehari-hari nongkrong liat tv acara nggak mutu (kecuali berita) banyak ngakak dan pemalasan usaha (sinetron atau apalah) termasuk banyaknya siswa atau pekerja yang ngeblog (aku)
Maklum pengen ke Jepang dulu nggak kesampaian
kalo amerika 270 derajat kali ya dengan jepang, tentu bisnis lendir perlu dibahas nih cah
mungkin saja 95% pelajarnya nggak berlendir lagi *paan siihhh lariiii*
January 9th, 2008 at 6:21 am
Ya gimana negri ini mau maju kalo rakyatnya masih banyak yang kelaparan. Lagian ngak salah Indonesia di cap kampungan, emang banyak kampung kok di Negri ini
Jangankan dipelosok desa, kota Metroplis Jakarta aja masih ada kampung. kayak kampung rambutan, kampung melayu dan kampung kumpulnya si Bocah….. wakakak…..
January 9th, 2008 at 10:37 pm
Lowongan Kerja di LCC-PTC
Divisi Marketing
Persyaratan :
*Punya Pengalaman kerja sebagai sales minimal 2 tahun
*Minimal D3
*Punya Kendaraan
Divisi Pendidikan
Persyaratan :
*Punya Pengalaman kerja sebagai Tentor Atau Dosen minimal 2 tahun
*Minimal S1 Perguruan Tinggi Negri
*Punya Kendaraan*
Tentor / Dosen
*Punya Pengalaman Mengajar Minimal 1 Tahun
*Lulusan Perguruan Tinggi Negri / Semester Akhir
*IPK Minimal 3.0
Hub :
Mall Pulogadung Trade Center
Blok B31-32 Jakarta Timur
Telp : (021)4683-4406
http://www.lcc-ptc.com
January 10th, 2008 at 1:25 am
Mas Bayu, boleh saya sedikit menambahkan ya? Kebetulan saya tinggal di Kyoto, Jepang. Ada beberapa hal yang menurut saya agak perlu diluruskan. Ada beberapa tulisan saya juga tentang budaya Jepang di blog saya. Monggo mampir jika berkenan.
1. Sebenarnya anak-anak Jepang mengenal Indonesia kok, cuman memang sangat terbatas saja. Bener juga mereka lebih kenal Bali ketimbang Indonesia. Tapi dari pengalaman saya, mereka tidak menganggap kita primitif kok (orang Dayak dan Toraja bukan primitif lho, hehehe). Cuma Indonesia masih asing saja dimata mereka. Sama halnya dengan kita, tahukah kita tentang Jepang yang sebenarnya kecuali dari media (teve, koran, internet)? Banyak hal yang nggak kita tahu juga kok tentang Jepang.
2. Sebenarnya tidak ada “jam malam” buat anak-anak Jepang. Tapi memang orang Jepang tidak biasa keluar malam kalau memang tidak perlu. Jam 7 disini jalanan sudah sepi. Semua orang di dalam rumah. Tidak ada budaya “cangkruk” seperti kita (saya nggak bilang cangkruk itu jelek lho, hehehe).
3. Kalau mau jujur, disini malah lebih banyak bispaknya ketimbang di Indonesia. Hehehe. Bisnis lendir juga jauh lebih gila disini. Bisnis pornografi (terutama DVD porno) Jepang adalah yang ketiga di dunia setelah AS dan Brasil. Penyewaan DVD porno bebas untuk siapa saja. Mau disewakan? Hehehe.
4. Setahu saya internet tidak dibatasi di Jepang. Malah di sekolah dan kampus bisa pake internet gratis. Saya juga pake internet gratis. Barangkali beberapa keluarga memang ada yang membatasi pemakaian internet untuk anak-anaknya.
5. Ada yang wajib kita angkat topi untuk Jepang (etos kerja, hidup hemat, kreatif, menjaga tradisi, sangat gila membaca, santun, ulet, tekun), tapi ada juga hal-hal negatif kok (pornografi tadi, judi dan “Love Hotel” dimana-mana, minuman keras ada di setiap sudut jalan, pandangan hidup orang Jepang yang tidak mengenal “hereafter”, dll).
Moralnya? Take the positive side saja kali ya. Hehehe.
By the way, salut untuk temannya Mas Bayu. Juga untuk “laporannya” ini.
Yoroshiku onegaishimasu.
January 10th, 2008 at 3:17 am
@blogguebo
makasih infonya mas. saya memang tidak tahu jelasnya soalnya saya ini cuman diceritain tidak mengalami sendiri.Jadi bila ada salah informasi ya maaf yah semuanya
January 10th, 2008 at 4:11 am
namanya juga pertukaran pelajar, mungkin juga temenmu dibatasi akses internetnya kali cah. ga kayak orang asli sono.
Jadi inget kata-kata Kosmonot Rusia yang ikut misi di pilem Armageddon “American components, Russian components, all made in Japan”
kok bisa nippon semaju itu yah? padahal dulu pas kita dijajah (kata embahku lho) makan aja susah, baju cuma dari karung goni…
BTW good luck buat kamu cah! and juga temen kamu itu
January 10th, 2008 at 4:37 am
Konbawa Bayu sang ! Mathe ashita cause 1 dont know nihonggo, sayonara
January 10th, 2008 at 4:52 am
“bukan kayak negara indonesia yang miskin gaya orang kaya” wah itu gw banged ……….’kaborrr”
January 10th, 2008 at 11:23 pm
Wah wah wah, kok pada bicara bhs. Jepang ? Klo gitu Sayonara orochimaru sasuke hinate,
*Sok bilang bhs. jepang :D*
January 11th, 2008 at 2:54 am
@Ardian
ngomongin anime NARUTO y?
salah tuh!
bukan hinate, tp Hinata.
Back to topic, ternyata Jepang tuh kaya’ githu y?
ga nyangka jg.
Cuman tau: Orang Jepang itu nggak mau klamaan. Semua hrs cepet. ( prosesnya ).
January 15th, 2008 at 9:48 pm
[...] kasih buat Bayu Mukti yang liputannya heboh bener tentang saya. Saya disini hanya ingin menuliskan jepang dalam dispersi [...]