INFO Dari Majalah
hehehe2X bukannya malas yah aq mo kasih info dari jawapos mengenai berita internasional hari ini yuk kita simak beritanya yuk
PESHAWAR – Ledakan bom bunuh diri mengguncang kawasan barat laut Kota Peshawar, Provinsi North West Frontier, Pakistan, kemarin. Bom berkekuatan tinggi yang meledak di Restoran Hotel Marhaba itu menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai 25 orang lain. Polisi Peshawar masih menyelidiki ledakan yang diduga dilancarkan kelompok militan tersebut.
Menteri Hukum Provinsi North West Frontier Malik Zafar Azam melaporkan, tim investigasi menemukan sebuah pesan tertempel di serpihan kaki yang diduga milik pelaku. Pesan berbahasa Pashto itu berbunyi, “Nasib serupa akan dialami mereka yang menjadi mata-mata Amerika.” Laporan senada dipaparkan Sharif Virk, kepala kepolisian provinsi yang berbatasan langsung dengan Afghanistan tersebut.
“Penemuan pesan itu semakin menegaskan bahwa insiden tersebut adalah serangan bom bunuh diri,” kata Azam kemarin. Untuk sementara, pelaku mengarah pada kelompok militan pro-Taliban Afghanistan dan jaringan Al-Qaidah yang dipimpin Usamah Bin Laden. Pasalnya, dalam pesan tersebut terdapat kata Persia “Khurasan” yang biasa digunakan militan Islam dalam video mereka untuk menyebut Afghanistan.
Ketika ledakan terjadi, restoran yang terletak di lantai dasar hotel dipadati tamu yang makan siang. Dilihat dari kuatnya ledakan, kepolisian Peshawar menduga pelaku berada di dalam restoran saat melancarkan aksi. “Saya benar-benar shock. Setelah mendengar ledakan, saya cepat-cepat berlari ke ruang makan dan hanya melihat genangan darah serta mayat-mayat bergelimpangan,” ujar Hassan Khan, salah seorang pramusaji restoran yang lolos dari maut.
Khan menambahkan, insiden maut itu terjadi sesaat setelah pemilik restoran, Saddar Uddin, pulang berlibur. “Uddin bersama anak, kerabat, dan tujuh pegawai restoran ikut tewas dalam ledakan bom,” papar Khan. Sebelumnya, menurut dia, pebisnis restoran asal Kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan, itu berlibur dengan dua anak dan dua saudaranya ke luar kota. Hingga sekarang, polisi masih berusaha menelusuri motif pelaku dan hubungan Uddin dengan militan Afghanistan.
Salah seorang pejabat Pakistan yang tidak bersedia menyebutkan identitas menduga Uddin memiliki hubungan dengan partai anti-Taliban. “Pria berdarah Uzbekistan itu merupakan bagian dari kelompok anti-Taliban Afghanistan Northern Alliance,” terangnya. Dengan dukungan pasukan Amerika Serikat (AS), gerakan anti-Taliban yang dipimpin Abdul Rashid Dostum itu berhasil menggulingkan rezim Taliban pada akhir 2001.
sumber www.jawapos.co.id
Related posts:
Comments
Leave a Reply













