Jadilah pekerja yang profesional

June 12, 2008 · Posted in Ulasan 

Memang aneh sepertinya judul diatas yaitu “Jadilah Pekerja yang Profesional” . Sebenarnya ga aneh sih, tapi ini adalah sebuah bentuk nyata bagaimana orang di Indonesia yang suka bodoh-membodohi. Nah maksudnya apa tuh ? Maksudnya adalah yang pinter membodohi yang bodoh dan ga pengen orang lain pinter atau bisa dikatakan suka main akal-akalan. Apalagi di dunia IT atau Teknologi Informasi yang kian maju pesat, banyak sekali orang-orang yang sebenarnya cuman tahu sedikit soal IT, tapi udah ngaku-ngaku sok jago. Kejadian ini saya liat sendiri dalam dunia nyata ini, dan ini menimpa orang yang pinter dalam berbisnis tapi tidak pinter dalam dunia IT. Eittsss…..jangan anda kira yang minteri atau membodohi itu orang yang pinter IT juga, tapi orang yang membodohi sebuah pengusaha ternama di Surabaya itu adalah cuman orang yang bisa install ulang komputer dan juga scan komputer dari virus aja =)). Ceritanya begini saudara-saudara. Mungkin bagi teman chat YM saya udah saya ceritakan soal ini jadi maaf ga usah baca aja ;)) .

Pada waktu itu malam hari tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja ada seorang yang sepertinya orang sukses pake dasi pake jas hitam bawa mobil BMW entah tipe berapa itu saya ga tahu yang jelas mobil mewah disamping sepeda butut saya :D . Dia masuk warnet dengan gagahnya dan PD sekali. Langsung saja tuh orang tanya ” ada yang kosong tidak warnetnya ? “. Yah karena emang warnet yang saya pake dulu itu katrok sekali dan koneksi internetnya bisa dibilang enjut-enjutan jadi yah sepi pengunjungnya (sekarang saya hijrah ke warnet yang lebih bagus :D ) . Langsung aja tuh orang kaya raya yang gagah dan tampan itu memakai komputer di warnet itu. Ternyata eh ternyata dia juga merasakan kelambatan dan leletnya koneksi internet di warnet itu. Akhirnya orang ini ga tahan lagi ingin keluar dari warnet tersebut karena selain lelet koneksinya disana juga panasnya bukan main 8-}. Emang yang namanya penjaga warnet itu suka asal-asalan. Gimana enggak, ternyata eh ternyata dia suka main scan aja apa yang dibuka orang. Ternyata pengusaha ini lagi cari tukang web design, dan pembuat sebuah situs yang handal dan bonafit. Lalu si penjaga warnet yang merupakan juga teman saya ini menawarkan diri untuk membuatkan situs dan website perusahaannya. Emang kalo yang namanya orang untung itu bisa ngalahin segalanya, gimana enggak, saat orang ini lagi butuh tukang jasa web desain ternyata temen saya ini lagi ngedit Template Blog nya di Blogger. Langsung saja tanpa pikir panjang teman saya menunjukkan blogspotnya yang pake template default itu :P . Ternyata emang kalo rejeki itu kagak kemana, pengusaha ini melihat blogspot dengan template default aja terpana :)) . Akhirnya terjadilah transaksi besar dan si penjaga ini bakalan dibayar sebesar kira-kira 1 jutaan cuman buat Blog Perusahaan dari Blogspot @-) . Tapi sepertinya si pengusaha ini tahu malu juga :P karena sepertinya website resmi sebuah perusahaan kok pake Blogspot, akhirnya setelah dipikir-pikir dia pun mengajukan gaji 3 kali lipat dari blogspot untuk buat sebuah website dengan domain dan hosting sendiri. Tapi ternyata emang karena keterbatasan si pendesain website ini sampai-sampai ga tahu apa-apa soal hosting, domain, wordpress, joomla, dan lain-lain. Cuman dengan sebuah Microsoft FrontPage + DreamWeaver saja sudah digaji 3 Juta dan perbulan untuk maintenancenya sampai 1 juta-an :-SS.

Saya bukan tidak senang dengan teman saya dapat job yang segitu gede-nya dari salah satu perusahaan. Tapi dia sepertinya bukan mau kerjain tuh website orang tadi, tapi dia mau peras orang tadi :D . Mulai dari duit 3 juta yang katanya kurang karena buat beli hosting dan domain bonafit, padahal saya mematok harga domain dan hosting cuman Rp. 200.000 dari hostingnya mas Iwan. Dia soalnya bilang sama saya suruh milih hosting yang paling murah, soalnya paling-paling bapak tadi ga tahu kalo ternyata dibelikan yang paling murah kata teman saya, lalu dia juga berkata bahwa yang pentingĀ  websitenya online saja. Padahal saya tahu benar keinginan bapak yang kaya raya tadi tentu bukan itu :P . Mau saya berteriak dan bilang sama bapak tadi bahwa anda ditipu pak, gunakan saja jasa saya pasti ga akan habis segitu banyaknya.Cerita tersebut gambaran bahwa budaya tipu menipu di negara ini tumbuh sangat subur. Mulai dari wakil rakyat yang menipu rakyatnya, sampai pada rakyat yang menipu rakyat.

Jadilah seorang pekerja yang profesional, jika memang tidak mampu katakanlah saja tidak mampu :) bukan tidak mampu lalu ngeyel dan tetap bertahan dengan pekerjaan yang memang bukan bidangnya itu. Sebenarnya jika semua orang di negara ini mau bekerja secara profesional pasti banyak presiden, menteri, bupati, walikota dan wakil rakyat lainnya akan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Karena yang saya tahu para wakil rakyat yang mampu mengubah negara ini ke arah yang lebih baik sedikit sekali :) .

Comments

Leave a Reply



CommentLuv badge