Kisah Inspirasi Untuk Semangat di Pagi Ini

June 6, 2007 · Posted in Kisah Inspirasi 

Kisah inspirasi berikut ini bisa anda resapi dan baca hingga akhir. Kisah inspirasi yang saya tulis ini semoga menjadi kisah inspirasi yang bisa memberikan semangat untuk anda mengawali pagi hari ini.

Suatu hari di suatu hutan terdapat seorang kakek tua bersama anaknya dan 1 kuda putihnya.Karena si kakek tadi memiliki kuda putih yang sangat bagus sekali sehingga banyak sekali yang ingin membeli kuda nya tadi dengan harga berapa pun.Suatu hari kuda putihnya itu hilang dan para penduduk desa yang hendak membeli kudanya tadi tapi tidak berhasil langsung mengolok olok si kakek rasakan kek ini merupakan suatu azab untukmu karena kau tak mau menjual kudamu itu pada kami padahal kami sudah bilang suatu hari nanti bila kudamu tak kau jual-jual akan hilang diambil pencuri. Lalu si kakek menjawab jangan kau bilang begitu, bilang saja kuda putihku hilang kita tidak pernah tahu ini suatu azab atau suatu keberuntungan janganlah mengambil suatu kesimpulan dahulu sebelum kita tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Setelah 2 hari berlalu si kuda putih kembali dari hutan dan membawa teman-temannya yang berjumlah 12 ekor kuda liar ke kandangnya.

Lagi-lagi warga kampung kesana lagi untuk memberikan ucapan selamat pada kakek tadi. Salah seorang berbicara pada kakek itu kek benar katamu ternyata hilangnya kudamu adalah keberuntungan bukan suatu hukuman atau azab. Lalu si kakek menjawab sudah kubilang janganlah terlalu cepat mengambil kesimpulan ini merupakan suatu azab atau keberuntungan bilang saja kudaku sudah kembali dan membawa kuda liar 12 ke kandangnya.cukup itu saja yang perlu kalian katakan jangan pernah berkata ini suatu azab atau keberuntungan karena hidup kita dalam 1 hari itu ibarat 1 halaman novel yang tebalnya adalah 10.000 halaman.jadi bila kita hanya membuka 1 halaman saja kita tidak bisa mengambil kesimpulan akhir cerita dari 1 halaman tadi.jadi kita tidak boleh mengambil kesimpulan bahwa 12 kuda yang datang itu adalah suatu keberuntungan. Ah kakek yang aneh sudahlah kami mau pulang,kata salah satu warga desa.

Karena ada 12 kuda liar yang belum jinak karena itulah anaknya diutus oleh kakek tadi untuk menjinakkan 12 kuda liar tadi. Tapi saat anaknya menunggangi kudanya tadi ia terjatuh hingga kakinya lumpuh sehingga dalam mengurus kuda-kudanya yang 12 tadi harus si kakek sendiri yang menjinakkannya. Hingga akhirnya kabar lumpuhnya anak si kakek tadi terdengar oleh para tetangganya lagi dan hal yang sama seperti kegiatan terdahulunya. Si warga desa lagi-lagi mengambil kesimpulan bahwa 12 kuda tadi membawa bencana dan suatu azab dari sang illahi. Lalu kakek menjawab saya sudah pernah bilang bahwa dalam 1 hari itu tidak pernah bisa dan tidak akan bisa untuk mengambil kesimpulan nasib kita di esok hari dan seterusnya jadi janganlah terlalu cepat mengambil kesimpulan. Hingga suatu saat setelah berhari-hari kejadian itu berlalu ada perang yang mengharuskan seluruh pemuda untuk berangkat perang dan kemungkinan untuk kembali dan pulang ke rumah masing-masing adalah sedikit sekali.

Lagi-lagi warga desa menangis nangis datang ke rumah kakek tadi.kek, kelumpuhan anak anda adalah suatu keuntungan karena meskipun anak anda lumpuh anak anda masih bersama anda,kek. daripada kami anak2 kami berangkat perang tak tahu kembali dengan selamat atau tidak.lalu kakek menjawab saya sudah malas berbicara dengan kalian,kalian terlalu cepat sekali mengambil kesimpulan padahal hidup ini adalah perjalanan panjang belum ada separo jalan saja kalian sudah cepat sekali mengambil kesimpulan.

TAMAT

Di cerita itu terlihat sekali temen2 bahwa hidup ini adalah panjang dan jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan kita sering kali cepat sekali mengambil kesimpulan umpama saja ada seorang pencuri yang baru keluar dari penjara lalu tinggal di lingkungan masyarakat di lingkungan tadi pasti banyak sekali yang membicarakan bahwa ini adalah mantan pencuri, dia mantan narapidana hati-hati nanti rumah kita dicuri pasti sebentar lagi dia akan melakukan kejahatan jauhi saja dia. Hal-hal seperti inilah yang dicontohkan pada cerita tadi di lingkungan kita sering terjadi banyak orang yang terlalu cepat mengambil kesimpulan. Seperti kata kakek tadi yang menurut saya itu sangatlah benar sekali perjalanan hidup ini bagaikan ditulis dalam sebuah novel yang tebalnya 10.000 halaman dan 1 hari hidup yang kita lalui adalah ibarat 1 halaman novel jadi kita tidak mungkin bisa mengambil dan mengetahui akhir cerita novel dari 1 halaman tadi. Yah seperti itulah ibarat hidup kita ini jadi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dari apa yang terjadi hari ini akan berkelanjutan sampai seterusnya.

Comments

Leave a Reply



CommentLuv badge