Masyarakat Madiun Takut Minum SUSU
Penulis : Bayumukti.com
Ketakutan masyarakat madiun dengan susu-susu formula yang dijual dalam bentuk kemasan oleh beberapa pabrikan mengandung bakteri. Hmmm……. usul saya sih mending bayi-bayi dan semua anak-anak indonesia kembali pada habitatnya saja. Minum susu apa ? ya susu ASI ( Air susu Ibu). Kalo susu-susu kemasan udah ga aman ya mending kembali ke alam aja lah. Yah tapi gimana yah, ASI sekarang bukan cuman untuk anak tapi ternyata bapak-bapak kalo malam juga minum ASI
. Upsss……..mending saya
eh tapi liat beritanya dulu dibawah ini dulu kawan.
Hasil temuan tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyebutkan sejumlah susu formula produk lokal tercemar bakteri enterobacter sakazakii berdampak hingga ke daerah. Ibu-ibu yang mempunyai anak usia di bawah lima tahun (balita) resah dibuatnya.
Hani Susilowati, 27, seorang ibu di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, mengaku khawatir memberi susu formula pada anaknya. “Saya sudah terbiasa memberikan susu formula, takutnya anak terkena diare setelah mengonsumsi susu salah satu merek,” ujarnya.
Menurutnya, kekhawatirannya itu terjadi sejak berita tersebut mencuat di media massa. Seperti ibu-ibu lain pada umumnya, Hani mendesak pemerintah agar secepatnya memublikasikan merek susu yang mengandung bakteri tersebut. “Agar tidak membelinya (merek tertentu susu formula, red) lagi bagi keperluan anak,” ungkapnya.
Kendati begitu, kekhawatiran masyarakat tersebut ternyata tidak berdampak pada penjualan susu formula di wilayah Kabupaten Madiun. Di salah satu swalayan di Caruban, penjualan susu formula masih stabil. “Selama ini, penjualannya masih sama seperti hari sebelumnya. Meski ada isu tersebut,” ungkap salah seorang tenaga pemasaran, yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, dokter spesialis anak Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Madiun dr Oktora Wahyu Wijayanto menghimbau agar para ibu tidak resah. Alasannya, temuan bakteri pada susu formula belum bisa dibuktikan. “Yang penting, susu formula tidak usah ditandon lama dan sebaiknya satu kemasan habis sebelum satu minggu,” himbaunya.
Sumber : Jawapos










