SPONSOR



Peluang Bisnis Internet


Terapisin Rokok Herbal Pertama di Indonesia

Cara Perbesar Alat Vital dan Mengatasi Ejakulasi Dini

Hosting Murah Dan Domain Murah

Menjadi Seorang Pengangguran yang Berkualitas

June 16, 2008 · Posted by Bayu Mukti Posted in Kisah Inspirasi 

Pengangguran mungkin bagi sebagian orang adalah suatu sebutan yang sangat buruk dan sebuah title yang tersandang kepada orang-orang malas dan tidak bisa berkreasi. Tapi apakah semua orang yang nganggur itu buruk ? Hmmm memang saya tidak akan memberikan sebuah “lowongan kerja” disini, tapi saya ada sedikit cerita yang bisa anda ambil hikmahnya untuk membuat anda seorang pengangguran bisa dihormati orang dan dianggap sebagai seorang pengangguran yang berkualitas :D . Apakah harus menjadi seorang Net Entrepeaneur ? Tidak kok, kalo net entrepeneur itu bukan pengangguran, tapi sebuah pekerjaan yang belom diakui oleh kalangan masyarakat luas saja. Lalu bagaimana jadi seorang pengangguran tapi berguna bagi nusa dan bangsa ini ? karena saya tahu sekali berapa orang yang nganggur dan berapa orang yang kerja. Perbandingannya jauh sekali. Sementara seseorang pengangguran selalu saja mempunya imej (tulisannya gimana sih ? ) yang negatif di masyarakat. Lalu bagaimana cara membuat seseorang segan dengan anda, walaupun anda bukan seorang direktur bank ternama atau sebagai karyawan di salah satu perusahaan ternama mari kita diskusikan bareng disini.

Saat saya pulang dari warnet kira-kira jam 23.00-24.00 banyak sekali fenomena atau kejadian yang saya temui di jalanan. Fenomena ini tak lain halnya adalah fenomena salah satu teman lingkungan saya yang bernama si “S” tiap hari selalu saja melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya membuat dirinya di-cap buruk oleh tetangga-tetangganya termasuk saya sendiri :P . Dia ini pengangguran yang paling parah sekali dan tidak ada usaha untuk lepas dari predikat pengangguran itu sendiri. Bagaimana tidak, setiap hari kalo malam-dini hari dibuat untuk minum-minum bersama kawan-kawannya, nah kalo pagi – siang hari dia tertidur pulas di rumah. Setelah bangun pun ia tidak lain hanya cuman mandi dan makan lalu pergi lagi dengan teman-temannya. Padahal yang saya tahu ibu-nya sangat bekerja keras di pasar besar madiun, sebagai penjual daging ayam. Emang sih ibu-Nya ini bukan penjual ayam kecil-kecilan tapi udah jadi juragan. Tapi melihat kelakuan anaknya yang seperti ini, saya dan juga tetangga-tetangga yang lain ga jamin kalo usaha ibu-nya ini akan bisa tambah besar. Dikarenakan memang yang saya dengarkan dari rumah saya selalu saja ada pertengkaran antara ibu dan anak yang lagi minta duit :( . Memang sungguh mengenaskan sekali jika dan seandainya kita jadi pengangguran yang seperti ini. Lalu pengangguran yang bagaimanakah yang baik itu ?? mari kita lihat kasus berikut ini :

Salah seorang teman saya berinisial “T” (cowok) adalah lulusan SMA tahun 2003 sama dengan si “S”. Tapi saya salut sekali sama si T ini. Dia emang suka nongkrong dengan anak-anak lingkungan saya beda sama saya yang tiap hari saat itu hanya dirumah saja :D . Dia ini mungkin orang yang kreatif dan pinter. Ibu dan bapaknya juga orang yang cukup kali kalo saya bilang :D soalnya dia ini anak juragan bandeng :P . si T ini pada suatu hari saat saya beli bakso dari tukang bakso gerobak tanya-tanya soal cara membuat bakso. Langsung saja si abang bakso yang merupakan juga langganan saya ini, kasih tahu resepnya. Entah bagaimana awal mulanya si T ini membuat resep bakso spesial buatannya ini, tiba-tiba saja tanpa ada angin dan hujan dia yang status pengangguran ini (setelah selesai SMA mau kuliah ga diterima dimana-mana), jadi abang bakso gerobak keliling. Saat itu banyak tetangga yang bergosip entah itu gosip karena merasa kasihan, dan ada juga gosip mengenai kemandirian si T (saya dan nenek saya gosip ini). Meskipun dalam perjuangan awal berjualan bakso saya tahu sendiri bagaimana beratnya :( mulai dari gerobak yang numplek (bahasa indonesianya apa yah ? ), ditertawakan semua teman-teman sebayanya, disindir sama tetangga-tetangga, dan banyak lagi halangan dan rintangannya. Bahkan banyak para tetangga yang bukan saja nyindir si T, tapi malahan langsung kepada ibunya. Tapi ibunya ini tetap saja yakin bahwa apapun pekerjaan si anak, jika itu halal maka dia akan merestuinya. Setelah usahanya berjalan 2 tahun (tahun 2005) semua tetanggaku mulai tercengang dengan usaha si T yang makin maju. Dari gerobak dalam waktu 2 tahun bisa beli rumah sendiri + sewa warung. Dengan Warung ini pun usahanya tambah maju lagi hingga buka cabang di 2 pasar yaitu di pasar besar madiun dan sleko. Saat 2007 kemaren, dia yang sudah pindah dari lingkungan saya, saya dengar kini si T pindah ke Solo dan mulai buka cabang disana.

Itulah tadi 2 cerita antara si S dan T yang sama-sama pengangguran namun jalur yang mereka tempuh berbeda. Mungkin untuk bagaimana menjadi pengangguran yang berkualitas bisa anda simpulkan sendiri dari 2 kisah nyata diatas :P saya mau tidur dulu :D . Terima kasih

Related posts:

  1. Tips Menjadi Seorang Anak Muda Yang Dipercaya
  2. Capeknya Menjadi Seorang Full Time Blogger
  3. SPMB yang berubah Menjadi SNMPTN
  4. Sikap Seorang Yang Sukses
  5. Seorang Newbie yang dapat jatah Wawancara

Comments

42 Responses to “Menjadi Seorang Pengangguran yang Berkualitas”

  1. ruzdee on June 16th, 2008 8:12 am

    pertamax gak yach?…..

    yg penting bisa jadi pengangguran sukses…..
    pengangguran tapi bawanya kartu kredit heheheheee

  2. Rystiono on June 16th, 2008 8:13 am

    Semua itu tergantung dari niat, Cah…

    Si T itu niatnya emang ngerubah nasib, kalo S ndak…disitu bedanya…

    Kalo kita mau berusaha dan bisa menjadi unik, pasti bisa sukses. Btw, ukuran sukses juga relatif kok.

    Aku dulu mo kuliah ndak jadi karena masalah biaya. Tapi aku masih berusaha cari jalan lain. Mungkin kalo aku jadi kuliah ke Malang atau Surabaya, aku masih ngrepotin orang tua sampe sekarang, Cah…

    Memang kadang, Allah membelokkan hidup kita yang nampak pahit, tapi kalo kita bisa melihat sisi terangnya, pasti dapet terang juga jalannya…seperti si T itu…coba kalo dia diterima kuliah…mungkin udah lain lagi cerita nya?

    Betul ga?

  3. raitucarp on June 16th, 2008 8:52 am

    xixixi bay, bay critamu aneh2

  4. boiseng on June 16th, 2008 9:18 am

    Menjadi Seorang Pengangguran yang Berkualitas, mau dooong?? caranya bagaimana yahh?

  5. persikers on June 16th, 2008 10:11 am

    Mau nganggur tapi sukses ya ngingu si Tuyul hehehehe

  6. arhan on June 16th, 2008 10:38 am

    ono-ono wae cah… apik ceritane jah

  7. KonsultasiKesehatan on June 16th, 2008 12:25 pm

    Profesi pengacara memang banyak,…..pengangguran banyak acara.

    Salam sehat selalu

  8. Anton Kenter on June 16th, 2008 1:02 pm

    Kebanyakan pengangguran yang memang gitu koq mas, selain jadi manusia malam, topik yang dibicarain hanya itu itu melulu.

    Apalagi yang jomblo, yang dibicarain hanya cewek melulu (Sambil nongkrong suit suit, berpikir dewasa aja masih super lambat),he.. he.. jadi teringat temen saya di buk dhuwur aja……

    Kapan Indonesia Maju..

  9. Putra eka on June 16th, 2008 3:30 pm

    Pengangguran memang dicap jelek oleh masyarakat, tapi bagi yang pengangguran jangan mau berpangku tangan aja kaya si S jadilah kayak si T(ukul)

  10. robee on June 16th, 2008 4:37 pm

    setelah sekian lama baca blog nya bayu ini.
    mungkin anda akan diterima jadi dosen character building di kampus tempat saya kuliah bay,
    coba aja daftar..
    hehehe..

  11. tutsugi on June 16th, 2008 5:00 pm

    kisah sederhana tapi bisa jadi inspirasi. terima kasih cah sudah berbagi kisah yang menarik

  12. dinopermana.com on June 16th, 2008 5:50 pm

    good story, intinya jangan cuma duduk diam aja, kita kudu usaha yang penting halal

  13. arif on June 16th, 2008 6:02 pm

    Pengangguran itu khan cuma istilah saja. Awalnya harus bekerja keras dan cerdas.
    * Do it Right Now and Miracle Will Happen
    * Knowledge is NOTHING, but ACTION is Everything

  14. wibi on June 16th, 2008 6:04 pm

    bkn cman ditempatmu aja cah kyk gtu….. disini jga ad koq…. tp itu emang kembali lg ke orangnya…. tp pola pikir yg seperti itu msh bnyk koq…. *makanya indonesia ga maju2*… bwt si T…. mang dasarnya dia tuh enterpreneur…… sekalian renungan cah… *coba kalo penduduk indonesia punya orang kyk si T…..25% nya saja*…………….

  15. werkudoro on June 16th, 2008 6:50 pm

    mo dadi wong nganggur. pingin dadi wong sukses baen lah… :D

  16. fikin on June 16th, 2008 7:18 pm

    masih mending si “S” itu mandi cah, hehe (dia baca blog ini gak ya).

  17. jokosupriyanto.com on June 16th, 2008 9:25 pm

    itukan sudah gaya cah mediun yu, setiap malam negak arak, eniwe bogowonto masih ndak yah :) ah jd inget zaman jahiliyah dulu

  18. Eko Priyanto on June 16th, 2008 9:26 pm

    komen dulu baca belakangan, banyak bgt tulisanya mumet aku he..he..

  19. baladika on June 16th, 2008 9:34 pm

    si “O” pasti Onani ya?

  20. Diah on June 16th, 2008 10:08 pm

    Wah cah iki bagus banget ceritanya…S ‘T” benar2 kreatif..dan bisa di tiru…

  21. Jewel on June 16th, 2008 11:15 pm

    Si T bisa jadi contoh utk pengangguran lainnya nih :) Daripada nganggur krn ga keterima kerja di kantoran, lebih baik buka usaha sendiri. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah :)

  22. khafi on June 16th, 2008 11:54 pm

    Nb cah…

    Numplek = Tumpah… bukan ???

    hehehe pokoknya gerobaknya jatuh… aduh.. apa ya bahasanya juga.. ^^

    hehe

  23. mbahmul on June 17th, 2008 12:36 am

    wah solonya mana cah? jangan-jangan bakso solo di jalan …(lupa) arah sleko itu ya? judule Bakso Solo. Pegawenya banyak..saluuut buat si T. btw T ini bukan bukan bayu mukTi to? he…:D

  24. Yusuf Arief Rahmanto on June 17th, 2008 1:46 am

    Mmmm, bisa ya???

  25. p3durungan on June 17th, 2008 1:47 am

    Nasib tergantung dari kemauan dan usaha dari masing masing manusianya

  26. tipis on June 17th, 2008 1:47 am

    Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah nasib sesuatu kaum, sehingga mereka merubah nasib yang ada pada diri mereka sendiri ” ( QS.13:11)

  27. yudi on June 17th, 2008 4:02 am

    kalo dah jualan bakso apalagi sampe buka cabang ke solo kan bukan pengangguran namanya cah :-D
    salut deh buat mas T :-)

  28. sapimoto on June 17th, 2008 4:54 am

    Melihat dari cerita diatas, saya simpulkan bahwa si T itu bukan pengangguran, tetapi sedang nganggur untuk menunggu saat yang tepat untuk action.

  29. jimmy on June 17th, 2008 7:21 am

    kalo dagang baso mah gak bisa disebut pengangguran dong cah? :D salut buat T yang terus maju walaupun dikritik sana sini, kalo punya tujuan jalan terus untuk mewujudkannya!

  30. bayu mukti on June 17th, 2008 7:38 am

    @jimmy
    Dulunya pengangguran bos :D trus dia tanya-tanya ke pedagang bakso cara buat bakso. dan sekarang beli rumah dan mobil dari bakso hehhee

  31. agus luvi on June 17th, 2008 8:21 am

    sorry mau nuggu bola tapi msh sore…buat tmn2 moga tetap jaya ja deehh……….

  32. fenny on June 18th, 2008 2:33 am

    bukan cuman anak orang miskin yang banyak menganggur… anak-anak orang kayapun ada yang lebih suka menganggur (tapi modal kartu kredit), gesek sana sini, yang nanggung ortunya. Tapi saya rasa orang tipe seperti itu baru akan bertobat ketika tulang punggung kehidupannya uda ga ada lagi… Misalnya aja si ‘A’ yang biasa ongkang-ongkang di rumah sementara ibunya kerja keras sampai-sampai sakit keras dan meninggal. Nah, baru dehhhhhhhh hayooooo…. *semoga saya bukan tipe seperti ini ya?*

  33. gugame on June 21st, 2008 12:34 pm

    untung saya penganggur berkwalitas…keluyuran malem ke warnet pulang bawa dollar…hehhehe

  34. Dhimas on June 30th, 2008 8:04 pm

    Banyak orang seperti S, namun sedikit orang yg seperti T.. Semoga orang2 seperti S mbaca tulisan ini..

  35. mfajrinet on July 28th, 2008 2:32 pm

    Pengacara sama deh kayaknya ama sy bang.. ;)

  36. wew on August 19th, 2008 6:00 pm

    semua itu tergantung keberuntungan mu (bisa di bilang hoki) ,coba lihat jaman sekarang banyak orang berhasil tanpa usaha yg keras (sekali lagi ini tergantung keberuntungan mu ),dan tidak sedikit orang yg berusaha keras namun yah bisa kita bilang segitu2 aja .Jangan samakan keberuntungan dengan istilah takdir dan nasib meskipun ada kesamaan tipis,misalnya orang itu beruntung karena lahir dari keluarga yg kaya ,dll.saya jadi pusing sendiri membahas masalah keburuntungan,takdir,dan nasib karena itu jalankan hidup seperti air mengalir saja jangan dibikin pusing!

  37. noel on January 6th, 2009 4:09 am

    g udh setaun nganggur nih smenjak lulus kuliah.
    ikt tes gagal terus..
    g mau coba setaun lagi.. g yakin bisaaa dapet..
    doain yaaa

  38. Pucinger on April 29th, 2009 7:58 am

    Mau tanya nih, Si T tuh sosok profil siapa sih??
    Alangkah baiknya Anda yang nulis artikel di atas kasih tau pada kami-kami agar Si T tuh bisa jadi sumber inspirasi yang real bukan cuma fiktif belaka.

  39. Aru on July 30th, 2009 10:14 pm

    Emank Ap enkx Sich Jd Pengangguran????

  40. Info Gaptek on August 7th, 2009 4:20 pm

    Saya selalu suka cerita2 semacam ini.. Bisa menginspirasi banyak orang supaya tidak selalu tergantung dan berharap dari yang namanya “atasan”
    Meskipun mengubah paradigma seperti ini memang perlu usaha keras.. ah jadi ingat malam pertama.. hahaha.. **apa hubungannya
    Info Gaptek´s last blog ..Langkah Mudah Upgrade WordPress Secara Manual My ComLuv Profile

  41. amin on August 20th, 2009 10:30 am

    aku juga lagi nyari2 usaha yg cocok ma karakter q….

  42. cr dpt 200rb/hari.mudah on November 27th, 2009 2:34 pm

    sy anak kampung,nganggur..tp jgn slh,sy anak yg paling sering ke bank untk ngambil transferan..lbh dr lumayan,bisnis internet bs jd solusi

Leave a Reply




CommentLuv Enabled

Switch to our mobile site