Razia di Kota Madiun
Razia beberapa tempat persewaan di madiun cukup membuat para pemilik usaha semacam warnet, tempat persewaan software bajakan, dan vcd bajakan ketakutan. Banyak diantara pengusaha warnet dan persewaan vcd sekaligus software bajakan tertangkap basah sehingga ditutup usahanya. Tidak hanya ditutup usahanya mereka juga harus membayar denda. Salah satu usaha yang ditutup adalah MBM atau sering dikenal oleh masyarakat madiun Madiun Box Movies. Madiun Box Movies ini adalah bioskopnya masyarakat madiun. Selain bioskop disana juga ada warnetnya. Sialnya lagi pemilik usaha MBM tadi sudah bioskopnya menggunakan kaset bajakan, ternyata software windows di warnetnya juga bajakan ![]()
. Lengkap sudah penderitaan pemilik usaha madiun box movies itu. Saya menyesal sekali kenapa bioskop ala madiun itu ditutup
.Padahal saya belum pernah kesana, pernah sih mau kesana tapi gagal ![]()
![]()
![]()
.
Selain MBM masih ada korban selanjutnya yaitu Octopus tempat persewaan software-software bajakan. Belum lagi warnet di dekat SMA 1 madiun juga katanya ditutup gara-gara ada razia tersebut. Mau apa dikata lagi kalau ada yang murah kenapa beli yang mahal ![]()
. Hidup selalu barang bajakan berkualitas ![]()
. Eh tapi hal ini dilakukan karena sepertinya pergantian Kapolres madiun. Yah biar cari nama gitu deh![]()
.
Related posts:
- Hujan Pertama di Kota Madiun
- Seminar Blogging di Kota Madiun
- Seminar Internet Marketing Gratis di Kota Madiun, Malang dan Solo
- Industri Kecil Di Madiun Mulai Kolaps
- Perjalanan Ke kota tahu Kediri
Comments
7 Responses to “Razia di Kota Madiun”
Leave a Reply









kalo dipikr2 , seandainya copyright justru menyusahkan sebaikny copyR harus di rombak systemnya secara bisa menyusahkan org sepert si MBM
aslinya mahal sih.. kalo aslinya murah juga kan gak akan ada bajakan.. betul?
Bukan msalah mahal atau murah tpi sikap masyarakat kita yg kurang pengetahuan HAKI dan berdaya belih rendah.
Mslah pake bjakan atau asli itu sama dgn pilihan mendapatkan uang dgn mencuri/korup atau kejujuran.
Mau yg cepat n gak perlu keluar duit mencuri aja kan lbh gampang+instan, ya gak?
Copyright tu gak nyusahin, emang knp nyusahain?
kalau masyarakat kita bsa menghormati karya pekerjaan orang lain gak perlu ada HAKI , PATENT atw sejenisnya.
@JIMMY
Memurahkan bkan jalan keluar yg terbaik toh CD T2 harganya cuma GOCENG tetep aja sepi peminat msh bnyak yg demen bli bajakan.
bukan di murahin sh,kalo saran saya coba di referal kan kayak Google adsense,bidvertiser ato smorty. kalo org offline tuh bahasany ya di MLM kan, tapi jangan kayak di online kalo di Online sih banyak yg blackhat walopun daftarnya ngak bayar..alias cuman bayar bandwith
Wih, koq baru denger ya, Jadi rental Oktopus kegulung ya?? itu cuman sementara / selamanya?? padahal itu tempat rujukanku kalok mo pinjem CD. Moga2 deh di Ngawi nggak kejadian (ojo sampek rentalanku kegrebeg…)
Bajakan memang salah satu pelanggaran hak cipta seseorang ataupun organisasi. Apabila ingin masyarakat kita lebih tahu mengenai hal tentang HAKI atau hak cipta seharusnya pemerintah lebih gencar mengadakan sosialisasi mengenai hal tersebut. Namun menurut saya kurang benar juga cara atau sistem yang dilakukan pihak berwajib (polisi). Mengapa? Karena sebenarnya sweeping itu dilakukan untuk mencari pelanggaran mengenai “software” bajakan, tapi kenapa yang disita justru “hardware” yang mereka beli secara legal. Apabila memang sofwarenya yang bajakan mungkin lebih baik dikenakan sangsi berupa denda yang mekanisme pembayaran dendanya diatur sedemikian rupa agar tidak menyulitkan pengusaha warnet atau lainnya. Saya harap hal ini dimaklumi semua pihak. Karena teknologi internet ini jelas memberi dampak kemajuan informasi yang cepat, jadi harus bisa dikembangkan dan didukung.