Perjalanan ke Surabaya bersama BM.Com
Hari kamis malam kira-kira jam 7 malaman saya sudah bertekad bulat dan melangkah pasti untuk pergi ke kota Surabaya sendirian dengan naik bus. Saya pun harus merelakan blog dan juga merupakan pacar saya saat ini
, selain itu juga tak lupa pamitan sama yang punya warnet untuk bilang bahwa jumat besok saya libur ga ke warnet dulu dan maafkan saya kalo ga bisa nambah income anda pak
. Si penjaga warnet dan juga blog-blog saya telah merelakan diri saya untuk melanglang buana ke Surabaya. Namun nampak Nenek saya, dan juga om dan tante saya tidak percaya bahwa seorang bocahsma berani ke surabaya sendiri apalagi saya ini terkenal dengan raja ngantuk
. Dengan langkah pasti saya pun cium tangan nenek saya pertanda bahwa saya insya allah berangkat selamat dan pulang juga akan selamat. Tapi tetep aja nenek saya ini takut cucunya yang ganteng ini diculik sama perompak-perompak di Bungur Asih. Akhirnya saya pun meyakinkan bahwa saya ini udah gede
la wong tingginya aja udah 167 cm
. Setelah nenek saya benar-benar percaya bahwa saya ini emang sudah mau melepas nama bocahsma akhirnya saya pun berangkat ke terminal madiun. Seperti biasanya karena belom punya mobil akhirnya saya pun harus naik becak di depan gang rumah saya
. Read more













