Warung Sea Food Yang Aneh
Sejak Puasa Ramadhan pertama sampai dengan kemaren malam sahur, makanan yang saya makan selalu beli mulai dari warung atau depot atau beli dijalanan
(biasanya pas sahur nih kalo makan dijalanan) . Hal ini dikarenakan nenek yang biasanya di rumah bersama saya dan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan saya lagi di surabaya
. Ya udahlah langsung saja ke pokok permasalahannya
jangan muter-muter aja. Selama bulan puasa ini saya dan mas iwan serta mas eko mengadakan Buka Bersama dan Sahur bersama sebanyak 4 kali dengan asumsi 1 kali BuBar dan 3 kali Sahur. Kebetulan 3 hari lalu saya sahur sendiri. Dikarenakan sahur pertama kali udah pake nasi goreng, saya pun berniat ganti menu pada sahur kedua. Eh pas naik sepeda puter-puter madiun ada sebuah warung dengan tulisan SEA FOOD atau makanan-makanan laut. Bayangan saya kesitu mau makan cumi bakar atau udang bakar. Ehhh ternyata yang ada disitu adalah ……
Upppsss nanti dulu kita lanjutkan dulu ceritanya. Sepeda saya, saya parkir dan ingin segera memuaskan gairah saya untuk makan udang bakar atau cumi bakar di warung makan itu. Eh setelah tanya pada pemilik warung itu apa udang dan cumi bakarnya ada ? jawabannya sangat mudah dan sangat enteng sekali. “Ga ada mas cumi sama udangnya, lagi ga musim udang sama cumi sekarang mas. Jadi tadi ga belanja”. Lalu saya bertanya pada pemilik warung itu. Menunya yang ada sekarang apa pak ? Disini yang ada cuman tempe penyet, ayam penyet, sama bebek goreng mas. Dalam batin saya lalu bertanya-tanya, ini warung sea food tapi ikan lautnya ga ada sama sekali. Niat ga ni orang buka warung. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi langsung aja saya pilih ayam penyet saja
.
Sempat curiga saat orangnya mengambil sepotong daging ayam yang menurut saya itu adalah daging bebek. Akhirnya proses penggorengannya pun selesai dan siap-siap mencicipi daging ayam penyet pesanan saya. Eh ternyata benar dugaan saya diatas daging ayam yang saya idam-idamkan ternyata daging bebek. Biasanya kalo daging ayam itu seratnya lebih halus dan warna dagingnya setelah digoreng itu warnanya putih. Lah yang sekarang saya makan dagingnya keliatan coklat dan saya seperti melihat bebek yang jalan-jalan di piring saya
. Hasrat serta gairah sahur ramadhan saya sejenak menghilang dan tidak tersalurkan pada tempatnya. Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur basah, yah main di area basah-basah sekalian saja. Setelah membaca niat Puasa langsung saja bebek goreng itu saya santap. Sebenarnya ga suka daging bebek, tapi karena membayangkan daging ayam ya udah lahap aja. Oh ya, penjaga warungnya juga bilang kalo salah ambil daging ayam jadi bebek
. Sudah kuduga hal ini sejak awal. Emang ga profesional nih si penjualnya sampai-sampai ga bisa bedakan dagangannya sendiri ![]()
.
Gairah sahur dan menikmati indahnya daging cumi atau sekedar udang bakar sirna sudah. Ternyata emang level saya masih pada bebek adus kali
. Begitulah kawan-kawan sedikit pengalaman dan kisah saya pribadi tentang gairah yang sudah lama terpendam ingin makan udang dan cumi bakar.
Related posts:
- Tiada Hari tanpa Kopdar Blogger Madiun
- Berita Aneh Yang Membuat Orang Penasaran
- Plugins All In One Seo Pack Yang Aneh
- Jaman Susah Makin Banyak Yang Cari Jalan Tengah
- Kumpulan Resep Masakan Lengkap
Comments
Leave a Reply













